Sebatas Mimpi Namun Berarti #2

Keesokan harinya, situasi kampus cita sudah begitu ramai. Banyak mahasiswa dari universitas lain berdatangan untuk menyasikkan pertandingan basket. Tiap universitas, selalu membawa supporter masing-masing. Kebetulan pertandingan pertama ini di mainkan oleh peserta putra antara Sonic (universitas cita cs) dan Heat  (universitas nate). Teriakan yel-yel dari tiap supporter dari team tersebut sudah terdengar bahkan para cheerleaders sudah menunjukkan kebolehannya satu persatu di tengah-tengah area lapangan basket. Sedangkan, para masing-masing team  sedang bersiap-siap, ada juga beberapa dari mereka sedang melakukan pemanasan dengan mencoba memasukkan bola basket ke dalam keranjang, baik yang mencoba melakukan tembakan two point atau three point. Tak lama kemudian wasit meniup peluit sebagai pertanda bahwa masing-masing team memasuki lapanggan basket dan menempati posisi mereka masing-masing.

     Wasit memgang bola untuk dilemparkan keatas, sedangkan pemain yang berdekatan dengan wasit mencba untuk menampel bola tersebut kearah temannya. Pertandingn pun di mulai, suasana mulai memanas. Team Heat mendibrel bola lalu di lemparkan ke nate, nate pun berlari kesana kemari agar bola tersebut tidak direbut oleh lawan. Namun usahanya itu gagal, dari belakang james (pemain dari Sonic) berhasil merebut bola dan sonic berhasil mencetak 2 point di pertandingan pertama. Hal itu membuat team Heat semakin bersemangat untuk membalasnya.

     Di bangku penonton tampak Tia dan Deah yang sedang  bersorak kegirangan melhat team kebanggaannya mencetak angka.

     “coba cita jg nonton, pasti dia juga kegirangan seperti kita”Deah menyeruput minuman di tangannya.

     “kalo menurut aku mending dia nggak usah nonton pertandingan ini” guman Tia dengan mulut penuh pop corn.

     “Lho… kok bisa gitu???” Tanya deah dengan heran.

     “ya-iyalah….cita bakal bingung mau dukung yang mana…”

     “otomatis dia pasti dukung SONIC gitu…”ungkap deah dengan mulutnya sedikit menyonyong ke arah tia.

     “loe salah, walaupun keliatannya dia bersorak untuk sonic tapi dalam batinnya pasti berharap heat (nate) yang menang.” Pandangannya mengarah ke arah pertandingan.

     “alah!!! Sok tau kamu.” Deah mendorong bahu tia. “gimana bisa dia dukung nate, jatuh cinta aja nggak. Kamukantahu sendiri bahwa seorang Cita itu cinta mati ama orang yang bernama Kevin Zegers. Jangankan selingkuh, mikirain nate aja merupakan kemungkinan terkecil yang nggak akan dia lakukan.” Cerocoh deah seperti kereta expres. “lagian….”

     “cukup!!” tangan tia membungkam mulut deah yang nyerocos terus dari tadi. “daripada kita bertengkar soal ini mending kita liat pertandinang. Soal apakah cita jatuh cinta ato nggak ke nate, kita liat suatu saat. Tapi…menurut aku kemungkinan itu pasti ada.” ungkap tia sambil melepas tangannya.

     “terserah kamu dech!!!” kata deah dengan nada sewot.

     Situasi pertandingan sudah berubah, ternyata nilai skor untuk Heat sudah banyak dibanding Sonic yaitu 55-35. Team sonic nampak bekerja dengan keras untuk mengumpulkan angka sebanyak mungkin untuk mengerjar ketinggalan. Namun tiap kali team sonic mendapat bola untuk dimasukkan ke ring, selalu direbut oleh team Heat. Tiap menit heat selalu mendapat angka sehingga sonic sulit untuk terkejar.

     Dari kejauhan tampak cita dan beberapa temannya juga ikut melihat pertandingan. Dari wajahnya tampak cita dengan serius memperhatian pertandingan dengan seksama namun pandangan itu berubah tatkala nate memasukkan bola dengan slam dunk cirri khasnya. Disitu terlukis kebahagiaan, kekaguman dari wajahnya sampai-sampai tanpa sadar dia jingkrak-jingkrak kegirangan.

     “Cita!!! kamu dukung sapa sih???!! bukannya kamu sedih bila ring kita kebobolan. Ini malah kegirangan gini.” Ungkap Melanie sewot. “jangan-jangan kegirangan kamu ini dikarenakan nate masukin bola tadi.” Melirik cita dengan penuh kecurigaan. “kamu suka nate yaa??? Melanie memandangi wajah cita dengan seksama. “hayo ngaku.”

     “apaan sih… sapa juga yang jatuh cinta ama nate, ngaco’ kamu.” Cita memalingkan mukanya dengan wajah sedikit memerah karena malu dan sedikit sewot.

     “hei..aku tadikanCuma bilang SUKA bukan jatuh cinta.” Melanie memperjelas omongannya tadi

     “udah deh mel…gitu aja diributin.” Cita coba menghindar pertanyaan Melanie.

     “alah cit,apa susahnya bilang, iya mel… aku suka…eh salah…jatuh cinta ama nate” hehehe…” tambah merry.

     “heran deh…kenapa semua orang berfikir kalo aku suka, jatuh cinta ato apalah…pusing tau ga sih” cita langsung meninggalkan mereka.

     “lho…kok pergi, kamu marah ya…sori dech.” Ungkap Melanie usil. Kemudian  Melanie dan merry juga ikut pergi.

     “sapa yang marah.” Cita berjalan menuju ruang ganti cewek. “Aku mau siap-siap bentar lagi team putri yang main.”

     Merry mendahului cita dan kemudian berbalik menghadap cita “bener nih nggak marah??! Tapi kok mukanya di tekuk kayak pancake” merry memperhatikan muka cita dengan seksama.

     “apaan sich!” cita memalingkan muka merry dengan tangannya dan berjalan dengan cepat menuju ruang ganti.

     Disisi lain pertandingan basket semakin panas, tak terasa menit-menit terakhir pun kian dirasakan. Tampak masing-masing supporter memberi dukungan ke team mereka masing-masing, hal itu juga dilakukan oleh tia dan deah. “Ayo naaaate…kamu harus menang.”teriak tia kenceng sampai orang-orang di sekililingnya memperhatikannya. Mendengar teriakan tia tersebut, deah langsung membungkam mulutnya. “mmmm…deah apaan sich.” Celetuk tia dengan nada kurang jelas karena mulutnya dibungkam oleh deah.

     Deah pun kemudian melepas tangannya. “kamu kenapa sich dee’ tiba-tiba membungkam mulutku??kamu iri yaa karena nggak bisa teriak sekenceng aku.” Ungkap tia yang sok PeDe itu. “sapa yang iri…sore aja kalo gue iri.” Balas deah.

     “trus ngapain kamu bungkan mulutku tadi waktu aku teriak tadi?!” ungkap tia yang belum mengerti dengan tindakan deah. Mendengar ucapan temannya, deah lalu menepuk keningnya “Aduh tia, kamu tuh nyadar nggak sich sapa yang jamu teriakin tadi?” Tanya deah. “yaa sadar dong, yang aku teriakin tadikannate, emang sapa lagi.” Jawab tia dengan lugu. “trus kamu nyadar nggak sich tadi nreakin team yang mana??” tia pun berfikir sejenak, kemudian mukanya berubah dan tersenyum sedikit malu. “oh iya…hehehe…natekanbukan team kita melainkan team lawan. Tapi dee’…. Aku nggak tega kalo dia kalah. Coba deh kamu liat tampangnya yang cool, keren, cakep, baik dan sayang banget ama nyokapnya.” Tia menopang dagu diatas pahanya dan menatap nate dengan pandangan penuh cinta. Deah Cuma bisa geleng kepala setelah mendengar pernyataan temannya itu.

     Pertandingan mendekati detik-detik terakhir dan hasil pertandingan 60-80 untuk sonic dan heat. Sisa waktu menunjukkan 1 menit lagi pertandingan usai. Tampak di erena, nate mendrible bola namun team sonic berusaha untuk merebutnya tetapi usaha sonic sia-sia karena nate dengan lincah bisa menghindar dan “blung” masuklah bola ke dalam kerancang. Angka heat pun bertambah menjadi 82 angka. Sonic pun kembali mennyerang dengan tembakan 3 angka. Namun tiba-tiba “priiiiiiit!!!!” wasit meniup peluit tanda pertandingan usai dan dimenangkan oleh team Heat. Tatkala itu juga tia jungkrak-jungkrak kegirangan karena pertandingan itu di menangkan oleh tim nate.

     Tim putri udah siap-siap untuk bertanding hari ini. Cita dan teamnya sudah memasuki arena pertandingan. Semua penonton pada bersorak ria dan tak lupa mengeluarkan yel-yel yang biasa mereka suarakan dalam setiap pertandingan. Kedua team sudah duduk ditempat pemain yang sudah disedialan panitia dan menunggu komentator memanggil nama-nama yang akan bertanding kali ini.

     “hadirin sekalian malam ini akan ada pertandingan yang tak kalah serunya dengan pertangingan sebelumnya. Kali ini disebelah kanan saya ada team Rocket dan para pemainnya adalah ratu, mike, amalia, velisa dan monica.”  Komentator memperkenalkan nama-nama pemain dan tiap pemain memasuki lapangan basket, tak lupa para supporter memberi dukungannya. “selanjutnya inilah pemain dari tuan rumah Raaaaiiiinnbooow……” seru komentator. “ pemainnya adalah marry, melanie, jenifer, ivanka dan citaaa….”

Parasupporter langsung bersorak histeris. Nggak heran sich sebab mereka adalah team tuan rumah sehingga para supporter sebagian besar memberikan dukungannya. Kedua team tersebut mulai mencari posisi dan sang kapten memperhatikan intruksi yang diberikan wasit ke mereka dan selanjutnya pertandingan di mulai. Suasana arena makin seru saat team tuan rumah memasukkan bola pertamanya ke ring dengan angka 3 selanjutnya tampak cita berusaha merebut bola dar tangan lawan namun usaha dia gagal dan lawan langsung memasukkan bola ke ring. Selanjutnya cita sudah bisa menguasai bola tersebut dan dioper bola it  ke Melanie dan cita maju ke depan tepat di samping ring siap menerima bola dari marry. Dan “Blungg” masuklah bola kedua ke dalam ring.

     Disisi lain kedua sahabat cita nampak kegirangan dan tidak memperhatikan orang-orang yang ada di sekitaarnya. “aku yakin kali in team kita bakal memboyong piala yang kedua kalinya.” Ungkap tia sambil jingkrak-jingkrak. Sedengkan deah cuma mendengarkan ungkapan tia tanpa membalas sebab dia memperhatikan pertandingan sehabatnya. Namun pandangan deah sedikit kaget dan nggak percaya waktu nate memperhatikan pertandingan, pemikiran deah tentang nate memperhatikan pertandingan karena cita main. Namun pemikiran itu di tepisnya sebab wajar jika nete nonton sebab pertandingan ini antara teamnya dan team cita. Lalu deah memperhatian lagi pertandingan yang semakin seru dimana poin antara kedua team 17-14 untuk rainbow dan rocket. Sedikit-sedikit deah memperhatikan nate dari tempat duduk penoton.

     Di pertandingan itu cita nampak serius dalam mendrible dan mengoper bola ke teman-temannya. Disitu kerjasama team juga nampak sehingga membuat team lawan kuwalahan mengatasinya. Waktu monica berhasil merebut bola dari jenifer, beberapa saat ivanka merebut kembali lalu di lemparkan ke cita yang tak jauh dari ring. Tanpa berfikir panjang, cita membuat lemparan three point dan berhasil. Kemudian para penonton pun ikut kegirangan, tia dan deah juga ikut dalam kegaduhan para penoton. Deah langsung memalingkan wajahnya  ke arah nate dan deah menemukan suatu kegembiraan, kekaguman, kebanggaan dari wajah nate yang begitu sedap untuk di pandang. Seketika deah berfikir bahwa apa yang ada di batin dan otaknya 50% benar namun deah tidak ingin membagi pikirannya dengan tia karena pemikirannya itu belum tentu benar. Sebab kalo tia tahu tentang apa yang ada dipikirannya, bisa-bisa orang-orang satu kampus tahu tentang hal itu.

     Perolehan angka sekarang 20-17 untuk rainbow-rocky. Semangat supporter tetap membara tanpa henti. Team Rocky berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak point sebanyak-banyaknya tetapi usaha mereka selalu gagal. Kali in Melanie berhasil merebut bola dari velisa lalu dia mendrible kearah gawangnya dan lalu dia lempar bola tersebut ke cita dan cita meloncat untuk memasukkan bola namun, cita tidak berhasil memasukkannya dan tiba-tiba….”Bruuukkk!!!!” cita terjatuh dan tidak sadarkan diri. Situasi di lapangan pun berubah dan semua orang yang ada disitu tampak panik termasuk kedua sahabatnya. “Tia…cita kenapa???kok tiba-tiba jatuh” Deah tampak panih, takut, bingung dan gelisah. Tanpa berfikir panjang tia langsung nggeret tangat deah dan langsung berlari ke kerumunan itu untuk mengetahui kondisi temannya. Tibalah mereka dikerumunan tersebut, didapati tubuh sahabatnya yang terbujur lemas tak berdaya di lantai dan itu membuat mereka meneteskan air mata.

     “Tia…gimana kalo cita meninggal”

     “Huuussss!!!” bentak tia, “kamu ngomong apan sih, ga usah ngaco’ gitu, dia Cuma pingsan aja kok” ungkap tia.

     Petugas keshatan lalu membawa cita keruang kesehatan untuk diperiksa kondisinya. Kedua sahabatnya pun mengikuti petugas tersebut. Selanjutnya pertandingan dilanjutkan dan tentunya tanpa kehadiran cita. sebagai penggantinya, pelatih memasukklan siska.

 ******

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s