Sebatas Mimpi Namun Berarti #4

“Duh capeknya…”cita duduk disamping jendela sambil mengelap kening yang bercucuran keringat. “kenapa bisa seperti ini ya? Sebenernya aku sedang bermimpi atau memang ini nyata? Kalo ini mimpi… ga apa-apa seh paling setelah aku terbangun keesokan harinya pasti berjalan dengan normal, tapi kalo ini nyata? Arrrrrgggghhhhh… tidak… tidak…” teriak cita sambil menutup mata dan geleng-geleng kepala. “masa’ gue jadi pembokat seumur hidup?” pasang muka yang mau nangis.

“ya Tuhan… berikanlah petunjuk mu”

     “Tiin… Tin… Tiiiin…” Bunyi klakson dari luar pagar dan bunyi itu mengagetkan cita.

     “iya… iya… bentar…” sebelum cita beranjak melangkah untuk membukakan, pintu pagar terbuka secara otomatis dan sebuah mobil sport berwarna merah meluncur kedalam itu membuat cita tertegun melihatnya.

     “Wow.. gila ni Mobil… keren banget… pasti asik kalo dibuat balapan” cuman cita. Dia pun berdiri melangkah mendekati mobil tersebut. Pintu mobil pun terbuka dan keluarlah sosok seorang pria berkacamata hitam dengan rambut kecoklatan dengan postur tubuh tegap, dada bidang memakai jelana jeans dan T-shirt sehingga tampang maskulin begitu nampak.

     “Oh shit!!! Who’s this drop dead sexy man?! Umpat cita didalam hati melihat sosok pria yang berdiri disamping mobil sport. Tanpa berkedip sedikitpun, cita tetap memandangi lelaki tersebut sampai disadari lelaki itu sudah berdiri di depan cita.

     “Halloooooooo…….” Tangan lelaki tersebut melampai-lampai didepan muka cita. Seperti terkena hipnoptis, Cita tetap tidak mengedipkan matanya untuk melihat sosok lelaki yang menurut dia begitu sempurna… nyaris sempurna.

     “Klik…”

     “Heyyy!!” Teriak lelaki itu tepat dimuka cita

     “Ohhh…. Hey” cita langsung terkaget dari lamunan dan memasang tampang meringis dan tersenyum tanpa dosa.

     “Bagus juga mobilnya”

     “yeah.. I know… Tolong bawa semua barang-barang gue dan taruh di kamar ya. Inget!!! Ga pakai lama dan lelet, ngerti?” Perintah cowok tersebut.

     “brengsek… lu piker guwe pembokat lu apa?” Guman cita didalam hati setelah mendengar perintah cowok itu. “eeehh… bukannya ku emang pembantu disini? Haduuhh… bodohnya aku. Hmmm…. Ga papa seehh… ku juga pingin tau kamar ni cowok kikikikikik…..”

     “apa… ketawa-ketawa… cengar-cengir sendiri…. Wahh.. ga beres neh cewek… Haloo…. Cit? Citaaa???” teriak lelaki itu melihat cita berdiri bagaikan patung dan senyum-senyum tanpa alasan.

     “eeehh… iya iya… ga pakai teriak-teriak bisa kan??”

     “Ga bisa!! lu tu yaa… tetep ajah seperti ini”

     “Seperti ini gimana?” Tanya cita dengan tampang culun.

     “Tetep lemot, lola, aneh. Udah aahh… aku capek, mau istirahat… cepet bawain barang-barang di mobil ke kamar.” Cowok itu pun berlalu dan membuka kacamatanya menuju rumah. Sekilas cita melihat tampang pria tersebut tanpa kacamata.

     “Alamaakk!! Ni cowok bener-bener keren cakep…. Hmmm… tunggu deh…” cita langsung berhenti berjalan dan berdiam diri. “kok muka dia familiar gitu ya… hmmmm… ato Cuma perasaan aku ajah??” sambil bernyanyi-nyanyi dia menuju mobil untuk mengambil barang-barang yang ada di mobil. Disaat dia membuka pintu mobil, dia melihat foto yang ada di tempat duduk belakang.

     “Ohhh… God!!! You gotta be kidding me?!” cita pun mengambil foto itu dan diamati dengan seksama.

     “Astaga… ga mungkin-ga munkin… ini tuh ga mungkin.” Sekali lagi dia mengamati foto itu dengan sebaik-baiknya dan akhirnya…

     “Kevin Zegers!!!!!”

     “Aku kerja di rumanya Kevin?! Ya Tuhan” cita teriak histeris kegirangan.

     “Cita!! Kamu ini kenapa seh? Ga usah teriak-teriak segala nanti tuan besar marah” Tiba-tiba jenifer nongol disambil cita sehingga membuat dia tergaket-kaget.

     “aku tuh seneng banget!!! Kerja dirumahnya Kevin!!”

     “Astaga… aku pikir kenapa. Kamu kan udah 2 tahunan kerja disini, kamu lupa?”

     “ohhh… iya kah? Hehehehe”

     “Iya lahh… kamu tadi disuruh tuan Kevin ngambil barang-barang dia ke kamar ya?” Tanya jenifer.

     “Iya… aku ga tau barang-barang apa yang mesti aku bawa, banyak banget barangnya. Ada foto, baju, bola, sepatu, boneka. Haaa… boneka?? Ga salah?” cerocos cita

     “kamu bawa semuanya ajah dari pada dia marah-marah.”

     “Cita!!! Lama banget kamu bawa barang-barang ku!!” teriak Kevin dari jendela kamar dia.

     Sambil berlari-lari cita menuju kamar Kevin sambil membawa barang yang seabrek beratnya. Dengan hati berbunga-bunga, dia menaiki tangga rumah dan sampailah dia di depan kamar Kevin. Diketuknya kamar Kevin.

*****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s