Bersyukur

Hari ini pulang telat karena bergeol (baca: Bergaul) bareng adit. Sebenarnya nggak terencana sih tiba-tiba gitu aja pingin main setelah jam kantor selesai padahal aku jarang banget keluar setelah ngantor. Tadi waktu nganterin adit ngambil Motor dia di Toko “Oen” sebab habis dipakai si Bos, tiba-tiba ngajak dia bergeol ke MOG dan jadilah kita cap-cus kesana. Setelah motor kita pakir dengan rapi dan merasa aman, berjalanlah kita masuk ke area Mall. Waktu berjalan itu, aku melihat sosok anak sekitar umur 10an lagi duduk di trotoar parkiran jual roti di sambil mengerjakan tugas sekolah, kelihatannya sibuk dengan kegiatan itu tanpa memperdulikan barang dagangan dia dan berusaha menawarkan ke orang yang berlalu lalang di sekitar. Hal itu yang sempat menarik perhatian ku namun hanya sekilas saja. Waktu kita masuk kedalam perut ku mulai bergejolak dan minta diberi makan. Jadi, kita cari tempat yang nyaman dan murah untuk makan, keputusan akhir ke DanDee (padahal harganya lumayan mahal seh secara lagi KanKer hahaha..). Beberapa menit kemudian, pesanan kita datang dan siap untuk disantap *saking lapernya* sambil menikmati makanan, kita mulai curhat-curhat mengenai kegalauan dan kehamsyongan yang dialami dimana mantan yang akan nikah di awal tahun ini dan cowok yang pernah aku taksir akan menjadi ayah.

Secara yaaa… Siapa yang nggak hamsyong dan Galau kalo mendengar 2 kabar yang mengejutkan secara berurutan. hmmm.. tapi ga galau seh, ga sempat nangis juga waktu mengetahui kabar tersebut cumaaa… susah tidur ajah mikirin hal itu “eehh.. bukannya sama ajah yaa itu namanya Galau??”😀 yang bikin galau tuh… ugghhh…. kenapa mereka bisa menemukan Ms. Right sedangkan aku cuma terperangkap di satu tempat yang nggak tahu kapan akan menemukan dan mendapatkan seseorang itu sempat berfikir “Nggak adiilll!!” intinya “IRI” hahahaha…. balik lagi, aku harus ikhlas dan berlapang dada menerima semua itu *meski sulit*😀 laahhh… jadinya curhat di Blog deh hehehehe… setelah selesai makan dan merasa kenyang, kita bergegas pulang sebab nyokap sms suruh cepat pulang karena nenek dirumah sendirian dan mereka pergi keluar.

Waktu keluar dari mall dan menuju ke Parkiran, kita masih menyambung tentang apa yang kita bicarakan. Saat itu aku melihat anak itu lagi masih sibuk dengan buku yang ada dipangkuan. Cuma ada 1 hal yang beda dan membuat aku merasa miris dan terharu melihatnya. Posisi dia masih duduk di trotoar parkiran sambil memangku buku, Namun dia memegang senter di tangan kiri untuk memberikan penerangan membaca karena di area parkiran itu pencahayaan kurang terang.

Yang terbesit dipikiran ku saat itu “Masyaallah… dengan keterbatasan yang dia punya tidak menyurutkan untuk meraih ilmu dan pendidikan yang lebih baik” Sumpah!! aku salut banget sama dia, anak seumur gitu masih memiliki keinginan tinggi untuk belajar. Rasanya aku pingin jadikan dia anak asuh dan membiayai  pendidikan sampai dia menjadi orang sukses. Semoga harapan ku bisa terlaksana😀 “Amiinnn”

Balik lagi ke anak itu, Dengan apa yang aku lihat tadi disitu membuat aku selalu bersyukur dan bersyukur dengan apa yang aku punya saat ini. selama ini aku hidup dengan serba kecukupan mulai dari sandan, pangan dan pendidikan. Saat itu juga, aku bisa memahami apa arti bersyukur dimana kita selalu berterima kasih dan tidak tamak juga berfikir betapa beruntungnya kita dibanding orang lain sehingga kita tersadar bahwa diluar sana, masih banyak orang yang butuh uluran tangan. Apa yang aku lihat malam ini, merupakan pelajaran terpenting dalam hidup agar selalu bersyukur dengan apa yang aku punya dan dapat.

Thanks God what You give to me

^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s