Topeng Malang

Topeng adalah benda yang dipakai di atas wajah untuk mengiringi music kesenian daerah, pada umumnya untuk menghormati dan memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Bentuk topeng bermacam-macam ada yang menggambarkan watak marah, murka, lembut dan bijaksana. Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah, secara luas digunakan dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur.

            Topeng Malangan merupakan icon kebudayaan yang mencerminkan karakter Kota Malang dan keberadaannya sudah dikenal secara luas. Pada umumnya kesenian topeng malangan mengisahkan cerita rakyat atau sebuah hikayat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah-kisah panji dimana banyak nilai-nilai inspiratif yang terkandung di dalamnya. Seiring dengan berjalannya waktu, Topeng Malangan pada saat ini mulai berkurang eksistensisnya tergerus oleh modernisasi.

            Untuk menjaga kelestarian seni tradisional butuh orang yang konsisten dalam membuat dan mengembangkan topeng Malang. Salah satu pelestari budaya topeng malangan yang cukup terkenal adalah Tri Handoyo, generasi penerus tari topeng malangan di padepokan Asmoro Bangun. Beliau adalah cucu dari maestro (alm) Mbah Karimun yang memulai kerajinan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Usaha kerajinan ini berlokasi di Jl. Prajurit Slamet Dukuh Kedungmonggo Ds. Karangduren Kec.

            Topeng khas Malang terbuat dari kayu yang telah disimpan selama kurang lebih 5 bulan. Kayu-kayu itu kemudian dipotong-potong dengan ukuran lebar 16cm dan panjang 21cm kemudian potongan kayu dibuat gambar wajah berbagai tokok pewayangan seperti Sekar Tadji, Panji Asmoro Bangun dan lain-lain. Setelah itu diukir sesuai pola dengan alat ukir patu, pecok dan tatah.

            Topeng Malang memiliki cirri khas yang berbeda dengan topeng yang ada di Indonesia. Letak perbedaannya terdapat pada corak khas pahatan kayu yang lebih ke arah realis serta menggambarkan karakter wajah seseorang dengan menitik beratkan pada pahatan hidung, mata, bibir dan warna topeng. Ada banyak jenis Topeng Malang yang dibuat seperti karakter jahat, baik, sedih, kecantikan.

         Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk membeli dan membawa pulang hasta karya khas Malang sebagai oleh-oleh sekaligus melestarikan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s